Mengenal Bahasa Osing Banyuwangi Lebih Dekat

Advertisements
kebanyuwangi.com | Indonesia kaya akan perbedaan termasuk salah satunya bahasa, disetiap provinsi di Indonesia memiliki bahasa masing – masing menurut survey yang dilakukan BPS pada tahun 2010 terdapat sekitarnya ada 1158 bahasa daerah di seluruh Indonesia, angka yang sangat menakjubkan dan mungkin masih ada bahasa yang masih belum diketahui, walaupun demikian tetaplah bahasa Indonesia yang menjadi pemersatu NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), sesuai semboyan pancasila “Bhinneka Tunggal Ika” berbeda – beda tetapi tetap satu

Sejarah Bahasa Osing

Banyuwangi yang terletak diujung timur pulau jawa di provinsi jawa timur memiliki bahasa khas daerah  yaitu bahasa osing, bahasa osing adalah bahasa asli penduduk banyuwangi jika diartikan osing bermakna “tidak” menurut konteks kebahasaan pigeaud tahun 1929 bahwa kata osing mempunyai makna ketertutupan penduduk asli banyuwangi terhadap penduduk pendatang, namun dalam perkembangannya perubahan telah terjadi keterbukaan untuk mengadakan perbaikan ekonomi dan pengetahuan dengan merantau ke kota lain, bertambahnya pendatang baru menjadikan lapisan masyarakat banyuwangi asli berkurang, apalagi para pendatang umumnya enggan untuk belajar bahasa osing karena membutuhkan waktu untuk mempelajarinya hingga lancar

bahasa osing, bahasa banyuwangi, percakapan bahasa osing
via byekbanyuwangi


Pelestarian dan Penyebaran Bahasa Osing

Upaya untuk melestarikan bahasa osing terus dilakukan pemerintah kabupaten banyuwangi dengan cara diajarkan ke sekolah – sekolah dan masuk kedalam mata pelajaran mulok, penyebaran bahas osing dikabupaten banyuwangi meliputi wilayah kabat, licin, rogojampi, glagah, kalipuro, songgon, srono, giri, cluring, gambiran, genteng singojuruh sisanya dihuni warga dengan bahasa jawa timuran dan Madura.

Gaya Bahasa Osing

Penggunaan bahasa osing memiliki gaya masing – masing walaupun pada dasarnya sama seperti daerah giri, licin dan glagah memiliki bahasa osing yang masih murni, penggunaan intonasi penyampaianpun juga memiliki ciri khas masing – masing

Bahasa osing juga mempunyai gaya bahasa yakni cara osing dan cara besiki, cara osing yakni gaya bahasa yang digunakan di keseharian tidak memiliki ngoko karma, sedangkan cara besiki sebaliknya lebih halus contohnya “osing : siro” dan “besiki : riko”

Menurut Wikipedia bahasa osing mempunyai 300.000 penutur bahasa sesuai sensus pada tahun 2000, saat ini bahasa osing menjadi kebanggaan warga banyuwangi, terbukti dari penggunaan bahasa yang meningkat.

Selian itu musik banyuwangian yang menggunakan bahasa osing asli telah mendapatkan hati para penikmat musik baik genre pop dan dangdut, musik berbahasa osing juga telah merambah dunia digitalisasi.

Jika anda melakukan perjalanan di daerah jawa timur, bali, Yogyakarta, semarang pastinya akan sering menemukan pemusik jalanan dan music – music yang diputar di kendaraan yang menggunakan bahasa banyuwangi, itu artinya bahasa osing telah dikenal di mana – mana. Sempat dibawakan beberapa kali di pentas music dangdut akademi indosiar diantaranya “edan turun” maka sebagai warga asli banyuwangi osing selayaknya kita harus bangga dan tetap melestarikannya bahasa asli banyuwangi “bahasa osing”
Advertisements

Artikel Terkait Mengenal Bahasa Osing Banyuwangi Lebih Dekat :

=> Silahkan berkomentar dengan sopan dan sesuai topik
=> Komentar dengan link aktif/mati tidak akan kami publish

< >